Puluhan Personil Polres Paser Melawan Api Dan Panas Matahari

Polrespaser.net – Hari ini Rabu ( 18/09/19 ) pukul 08.30 Wita Kapolsek Batu Engau IPTU Budi, SH pimpin pemadaman Karhutla bersama seluruh element pemerintah dan masyarakat dalam rangka Penanganan dan Penanggulangan Karhutla diarea Tahura Lati Petangis.

Kegiatan pemadamaan karhutla ini di ikuti oleh Polri, TNI, Sat Pol PP Team Tagana Kab.Paser,Tahura Lati,Pecinta Alam Paser,Dinsos Kab.Paser, Relawan,Masyarakat sekitar, Binsik Kodim T.Grogot.

Puluhan personil Polri melawan panasnya api dan matahari, belum lagi asap hasil pembakaran tersebut, karena lahan yang terbakar merupakan lahan kering dan mudah terbakar, namun itu tidak membuat mereka mundur , menyerah dan tetap semangat untuk memadamkan karhutla.

Personil polres paser menyisir lahan yg sudah sempat terbakar dan memadamkan sisa bara api yg masih menyala dan akan fokus pada 2 titik yg berada didalam kawasan area Tahura Lati Petangis yakni di PIT 1 dan Pit 2.

Selanjutnya team dibagi menjadi 2 untuk penyisiran area yg terbakar, seluruh element yg hadir selanjutnya didrops ke lokasi secara bertahap.

Giat pemadaman diarea yg terbakar dimulai pada pukul 08.30 wita dan pada pukul 10.46 wita area yg terbakar sudah dapat dipadamkan sehingga pada pukul 11.30 wita seluruh personil yg terlibat melaksanakan isoma dan setelah shalat dzuhur kaan dilanjutkan kembali untuk melaksanakan patroli Hot Spot.

“Kita sudah instruksikan seluruh personil BKO dari polres hingga polsek, untuk terus memantau Karhutla (kebakaran lahan dan hutan). Karena jika terjadi Karhutla, langsung dilakukan pendinginan (pemadaman) terhadap lokasi yang terbakar,” ujarnya.

Dalam pemadamannnya melibatkan perlengkapan dan kendaraan 2 unit Tangki Damkar Tahura, 1 unit tangki Damkar Kec.Batu engau, 20 buah tangki Kep punggung, 30 buah Penggaruk sampah yg difungsikan untuk membuat pembatas lahan yg terbakar, Alat Pelindung Diri (APD) antara lain, Helm,masker,sarung tangan dan sepatu Boot, 1 unit Mobil Keslap (Ambulance)

Kapolres Paser AKBP Roy Satya Putra, S.I.K,M.H ‎mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Karena, dari pembakaran itulah penyebab kabut asap pekat melanda. Ia mengingatkan  bawah Kabupaten Paser memiliki berbagai kekayaan potensi alam kaya raya mulai dari segi kebunnya, hutannya, lahannya dan tambangnya.

“Ini perlu kita jaga, perlu kita lestarikan bersama. Jagalah alam kita, maka alam pun menjaga kita,”

 

( HUMAS POLRES PASER )